Tuesday, August 18, 2009

Anne Boleyn



Terinspirasi dari film lepas yang diputar di HBO tentang anne boleyn, membuat saya tertarik mempelajari sejarah reformasi Inggris.



Anne Boleyn adalah salah satu Ratu Inggris yang terkenal dengan gelar Queen Consort of England. Istri kedua King Henry VIII ini memerintah Inggris selama 3 tahun dan dihukum pancung oleh rakyatnya sendiri dengan tuduhan perzinahan, incest dan persekongkolan penghianatan terhadap raja. Seorang wanita yang dibenci rakyatnya tapi mengubah sejarah pemerintahan inggris untuk selamanya.

Singkat cerita King Henry yang telah menikahi Ratu Catherine of Aragon jatuh cinta terhadap Anne boleyn. Anne menolak untuk dijadikan selir raja seperti yang telah dilakukan sebelumnya oleh kakaknya, Mary Boleyn, kecuali menjadikannya sebagai ratu. Untuk memenuhi permintaannya King henry meminta Gereja katolik roma untuk membatalkan pernikahannya dengan Catherine.Hal ini yang memicu perselisihan dan perpecahan dengan gereja khatolik Roma dan berakhir dengan pemisahan gereja Inggris dari otoritas gereja Khatolik Roma.

Ini mungkin hanyalah sebagian kecil penyebab terjadinya reformasi inggris. Tapi jika kita lihat lebih teliti dari sisi ini, seperti halnya kisah marie antoinette, bahwa dibalik kisah pergolakan sebuah negara yang besar tak luput dari peranan seorang wanita. Ketika cinta dan nafsu menjadi sebuah kekuatan yang menggerakkan sebuah keputusan sang penguasa. Ketika seorang wanita dengan sosoknya yang rapuh menjadi sebuah katalisator dari sebuah peristiwa besar yang melibatkan ratusan bahkan jutaan orang didalamnya. Dan sang penguasa adalah seorang lelaki yang memilik seribu kekuatan, kekuasaan dan otoritas langsung dalam merubah dunia tak pelak hanyalah seorang manusia yang memiliki kelemahan.

Bila dapat dihitung secara matematis mungkin perbandingannya akan equal. Dua buah mahakarya yang diciptakan untuk saling melengkapi. Faktor kelembutan yang berbanding lurus dengan faktor kekuatan. Jika boleh saya analogikan, bahwa kekuatan adalah sebuah energi demikian pula dengan kelembutan yang mungkin bergerak lebih teratur dan dinamis. Dan kolaborasi 2 kekuatan yang berbeda wujud menghasilkan energi yang dasyat. Suatu perpaduan yang sempurna.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment