Sunday, August 12, 2012

what makes you so cute...dear ikan buntal?

Melihat keponakan saya yang berumur 5 tahun yang begitu terpesonanya melihat ikan buntal seperti abg yang lagi nonton Justin bieber, walaupun hanya sekedar iklan di tv, membuat saya tertarik untuk mencari tahu tentang si ikan "you got no.1 fans" ini (lirik sebelah muka sumringah nonton vid dibawah diposting... :D). Sosoknya yang khas gendut bundar seperti bola dan dengan tulang2 duri yang mencuat di bagian2 tubuhnya memang menarik. Sebutan saya "si ikan pundung" karena ekspresi muka si ikan yang cenderung "manyun" saat menggembung membuat si ikan terlihat lucu dan menggemaskan. Tapi dibalik sosoknya yang lucu, ikan buntal dipercaya sebagai vertebrata paling beracun kedua setelah katak racun emas.
Walaupun beracun, ikan buntal juga dijadikan makanan yang ekslusif di Jepang. Dengan  keahlian dan kepandaian yang khusus, si koki harus tahu bagian mana dan seberapa besar porsinya yang aman  untuk dijadikan hidangan. Dan sebagai bukti, sang koki akan memakan hasil masakannya dihadapan si konsumer sebagai jaminan.



Sunday, June 5, 2011

Origami



I've been searching and browsing for paper folding lately, it's quite interesting since it's need a patient to make it. Origami (折り紙), from ori meaning "folding", and kami meaning "paper"; kami changes to gami due to rendaku) is the traditional Japanese art of paper folding, which started in the 17th century AD at the latest and was popularized outside Japan in the mid-1900s. It has since then evolved into a modern art form. The goal of this art is to transform a flat sheet of material into a finished sculpture through folding and sculpting techniques, and as such the use of cuts or glue are not considered to be origami.



An ancient Japanese legend promises that anyone who folds a thousand origami cranes will be granted a wish by a crane, such as long life or recovery from illness or injury. The crane in Japan is one of the mystical or holy creatures (others include the dragon and the tortoise), and is said to live for a thousand years. In Japan, it is commonly said that folding 1000 paper origami cranes makes a person's wish come true. (expansion needed) This makes them popular gifts for special friends and family.


"Hello.........Mr. Snail!!" :P

The paper itself has some charm since it is made by someone with sincerity. It's represent diligence and sincerity. Moreover, if you cannot make it more charming, there will be no sense in folding a sheet of paper. Origami resembles the cooking in this respect. As you should make the most of the nature of food in the cooking, you should make the most of the nature of paper in origami. And as the finest cuisine can be a moving fine art, origami can.


 "How are you.......Mr. Rabbit.." :D


Friday, June 3, 2011

Chinatown Heritage Center

We are a human....yes, we are
We have a story...yes, we do
Human story is always interesting to learn.



And the story goes to the carpenter, coolies, shoe seller, and a Tailor. A life hard of Samsui women who ate cockroach as a medicine, a poor prostitute sold by her parents and many other true story.



A hundred pieces of broken mirror spreading in the floor of Chinatown Heritage Center - Singapore. Faces of Chinatown, the colourful past of Chinatown comes alive within the walls of three beautifully-restored shophouses. Packed with a good audio visual. Love to watch it, and indeed it's beautiful.


Location : 48 Pagoda Street, Singapore
Open daily : 9 am - 8 pm
Charges : Adult = $10 ; Child (3-12 yrs) = $6

Sunday, February 20, 2011

fun...fun...clay

kinda too old to play with clay and wasting time? Indeed..., but this is fun and release the fatigue after running a routines for a whole day...:D:D






Friday, December 17, 2010

It's Funny

sorry sir, without due respect but my consciousneenss said "It's Funny" when you call my name. :D

When you in the middle of the battle...feels like that you watch a part of the movie. Being an actor and audience on the same time. You feel the emotion but than your consciousness takes the lead, and everything becomes ridiculous, you just feel...tickle. :D

Friday, July 23, 2010

Saved by The Song

Semua orang pasti pernah merasakan. Hari dimana kita terjatuh dan sakit. Ketika dunia tiba-tiba menyusut, begitu sempit dan menyesakkan. Terlalu lelah untuk berlari, terlalu lemas untuk meronta dan sang keadaan sepertinya tidak memberikan kita pilihan. Maka berhentilah sejenak. Tarik nafas dalam-dalam. Ambil secangkir kopi dan berfikir dengan tenang.

Cobalah untuk mengangkat wajah, perhatikan sekeliling kita baik-baik. Dunia adalah sekumpulan gelombang longitudinal yang terkadang kita hanya dapat melihat apa yang mau kita lihat. Seperti layaknya saluran tv kabel dengan beragam channel tetapi terdominasi dengan film layar lepas yang diputar di HBO.

Dan yang perlu kita lakukan hanya mengganti saluran televisi lalu perhatikan baik baik. Sebuah labirin diciptakan dengan pintu keluar. Jika segala usaha sudah dilakukan tapi belum terselesaikan, mungkin sang sutradara akan mengirimkan sang "cameo" sebagai pemberi jalan. Dan satu kata "Hai" dapat mengubah segalanya ketika kita berani mengambil kesempatan.

Tuesday, April 13, 2010

A Letter From My Sister

It's kind fascinating, when you see yourself in a different angle. changing...blooming...growing.... It's not about win or loss, but it's about ...tears...laugh...and anger...The evolution of a thousand emotion... called maturity...

Cerita ini berkisah tentang perjalanan pencarian jati diri dan eksistensi diri saya sekitar 3 tahun yang lalu. Stubborness, who is looking maturity with her immarturity minded...
Saat itu sebuah pertanyaan melompat dalam otak, meminta sebuah jawaban yang dapat diterima. Mencoba mencari- cari jawabannya, tetapi sang jawaban tak kunjung tiba. maka mulailah si "hati" berbisik bisik tanda tak tenang : " My thought is killing me". Sebuah titik bifurkasi ..... but then "plop"..the cameo is here n help with the answer.

September 10th, 2007 at 7:07 am
2 hari yg lalu aku menemukan buku ini diatas meja ruang tamu, Libido Junkie-nya Nova Riyanti Yusuf. Setelah dibaca ternyata tipikalnya agak2 mirip bukunya yg Imipramine,Gaya bahasanya mirip Ayu Utami dan Djenar Maesa Ayu.Ada beberapa yang menarik dan menggeltik (krn idenya kreatif dan kritis). Seseorang sagt menyukai pengarang buku ini, termasuk pengarang Ayu Utami,n Djenar.Tapi knapa ya scr keseluruhan sy gk bisa suka.Klo sy menarik benang merah dari 3 author ini, scr umum isinya mengenai kekecewaan, kritik sosial,feminisme, ketidak setujuan akan beberapa norma,keterusterangan, vulgar dan complicated. Bukannya aku gk suka dgn ketidaksetujuan orang, ttp dpt dimisalkan spt ini :

1 Orang lapar->menemukan roti->makan roti->kenyang (5 menit)

2. Orang lapar-> menemukan roti->menelti roti apa bisa dimakan-> mencicipi sedikit-> memakan roti-> kecewa karena rasanya kurang enak-> kecewa karena sekuarng2nya harusnya ada selai atau daging asap, mayonaise dan salada, sebagai pelengkap->makan jadi gak enak krn kecewa->roti habis-> kenyang (20 menit)

3. Orang lapar->menemukan roti->meneliti apa masih baik dimakan->makan roti->kenyang ( 10 menit)

Jadi munkin disebabkan krn pengarang typeno 2, dan aku cuma seseorang dgn type no 3 yang cenderung simple n praktis.

So Sista, if u felt ur thought had killin u, stop thinking, because life goes on the way it is, even if u agree with it or not…(intinya makan aja kagk usah byk berteori..hehe..)

"In some cases...yes, we have to do this things"

Bookmark and Share